Sistem Peringatan Dini Terpusat ke Masyarakat

1. Unsur Kunci
Tujuan dari pengembangan sistem peringatan dini yang terpusat ke masyarakat adalah untuk memberdayakan individu dan masyarakat yang terancam bahaya untuk bertindak dalam waktu yang cukup dan dengan cara-cara yang tepat untuk mengurangi kemungkinan terjadinya korban luka, hilangnya jiwa, serta rusaknya harta benda dan lingkungan.
Suatu SPD yang lengkap dan efektif, terdiri atas empat uansur yang saling terkait, mulai dari pengetahuan tentang bahaya dan kerentanan, hingga kesiapan dan kemampuan untuk menanggulangi. Pengalaman baik dari SPD juga memiliki hubungan antar-ikatan yang kuat dan saluran komunikasi yang efektif di antara semua elemen tersebut.

Pengetahuan Tentang Risiko
Risiko akan muncul dari kombinasi adanya bahaya dan kerentanan di lokasi tertentu. Kajian terhadap risiko bencana memerlukan pengumpulan dan analisis data yang sistematis, serta harus mempertimbangkan sifat dinamis dari bahaya dan kerentanan yang muncul dari berbagai proses, seperti: urbanisasi, perubahan pemanfaatan lahan, penurunan kualitas lingkungan, dan perubahan iklim. Kajian dan peta risiko bencana akan membantu memotivasi orang, sehingga mereka akan memprioritaskan pada kebutuhan SPD dan penyiapan panduan untuk mencegah dan menanggulangi bencana.

Pemantauan dan Layanan Peringatan
Layanan peringatan merupakan inti dari sistem. Harus ada dasar ilmiah yang kuat untuk dapat memprediksi dan meramalkan munculnya bahaya, dan harus ada sistem peramalan dan peringatan yang andal, yang beroperasi 24 jam sehari. Pemantauan yang terus-menerus terhadap parameter bahaya dan gejala-gejala awalnya, sangat penting untuk membuat peringatan yang akurat secara tepat waktu. Layanan peringatan untuk bahaya yang berbeda-beda, sedapat mungkin harus dikoordinasikan dengan memanfaatkan jaringan kelembagaan, prosedural, dan komunikasi yang ada.

Penyebarluasan dan Komunikasi
Peringatan harus menjangkau semua orang yang terancam bahaya. Pesan yang jelas dan berisi informasi yang sederhana namun berguna, sangatlah penting untuk melakukan tanggapan yang tepat, yang akan membantu menyelamatkan jiwa dan kehidupan. Sistem komunikasi tingkat regional, nasional, dan masyarakat harus diidentifikasi dahulu, dan pemegang kewenangan yang sesuai harus terbentuk. Penggunaan berbagai saluran komunikasi sangat perlu untuk memastikan agar sebanyak mungkin orang yang diberi peringatan, guna menghindari terjadinya kegagalan di suatu saluran, dan sekaligus untuk memperkuat pesan peringatan.

Kemampuan Penanggulangan
Sangat penting bahwa masyarakat harus memahami bahaya yang mengancam mereka, dan mereka harus mamatuhi layanan peringatan dan mengetahui bagaimana mereka harus bereaksi. Program pendidikan dan kesiapsiagaan memainkan peranan penting di sini. Juga penting bahwa rencana penanganan bencana dapat dilaksanakan secara tepat, serta sudah dilakukan dengan baik dan sudah teruji. Masyarakat harus mendapat informasi selengkapnya tentang pilihan-pilihan untuk perilaku yang aman, ketersediaan rute penyelamatan diri, dan cara terbaik untuk menghindari kerusakan dan kehilangan harta benda.

2. Isu-isu Penting
Ada beberapa isu penting yang harus dipertimbangkan di saat merancang dan memelihara SPD yang efektif.

Tata Kelola Pemerintahan yang Efektif dan Pengaturan Kelembagaan
Tata kelola pemerintahan dan pengaturan kelembagaan yang berkembang dengan baik, akan mendukung keberhasilan pengembangan dan keberlanjutan SPD. Keduanya merupakan dasar untuk membangun, memperkuat, dan memelihara keempat elemen SPD yang telah dijelaskan di atas.
Tata kelola pemerintahan yang baik didorong oleh kerangka hukum dan peraturan yang kuat dan didukung oleh komitmen politik jangka panjang, serta penagturan kelembagaan yang efektif. Tata pemerintahan yang efektif harus mendorong pengambilan keputusan dan partisipasi lokal yang selanjutnya akan didukung oleh kemampuan administratif dan sumber daya di tingkat nasional atau regional.
Komunikasi dan koordinasi vertikal dan horisontal antara pihak-pihak yang berkepentingan dengan peringatan dini juga harus terbentuk.

Pendekatan Multibahaya
Sedapat mungkin, SPD harus memiliki kaitan dengan semua jenis bahaya. Nilai ekonomis, keberlanjutan, dan efisiensi dapat ditingkatkan, jika sistem dan kegiatan operasional telah terbentuk dan terpelihara dalam kerangka kerja yang menyeluruh dan mempertimbangkan untuk semua jenis bahaya dan kebutuhan pengguna akhir SPD.
SPD multibahaya juga akan lebih sering diaktifkan daripada SPD satu jenis bahaya, dan oleh karena itu keberfungsian dan keandalan akan lebih baik terhadap kejadian bencana besar dan berbahaya yang jarang terjadi, seperti tsunami. Sistem multibahaya juga akan membantu masyarakat umum memahami secara lebih baik tingkat risiko yang mereka hadapi, sehingga mereka akan berusaha meningkatkan kesiapsiagaan dan perilaku bahaya sesuai yang diinginkan.

Keterlibatan Masyarakat Setempat
SPD yang terpusat ke masyarakat, sangat tergantung kepada partisipasi masyarakat yang paling terancam bahaya. Tanpa keterlibatan pemerintah daerah setempat dan masyarakat yang terancam bahaya, upaya yang dilakukan pemerintah dan lembaga lain tidaklah memadai.
Pendekatan 'dari bawah ke atas' di tingkat lokal terhadap peringatan dini dengan partisipasi aktif masyarakat setempat, akan membangkitkan tanggapan yang multidimensi terhadap masalah dan kebutuhan. Dengan demikian, masyarakat setempat, kelompok sipil, dan struktur tradisional dapat berperan dalam mengurangi kerentanan dan sekaligus memperkuat kemampuan lokal.

Pertimbangan Perspektif Jender dan Keragaman Budaya
Dalam mengembangkan SPD, sangat penting mengenali bahwa kelompok masyarakat yang berbeda akan memiliki kerentanan yang berbeda pula menurut budaya, jender, dan karakteristik lain yang mempengaruhi kapasitas dalam menyiapkan secara efektif pencegahan dan tanggapan terhadap bencana. Perempuan dan laki-laki seringkali memainkan peranan yang berbeda di dalam masyarakat, dan mereka juga memiliki akses yang berbeda terhadap informasi di situasi bencana. Di samping itu, orang tua, penderita cacat, dan masyarakat miskin seringkali jauh lebih rentan.
Informasi, pengaturan kelembagaan, dan sistem komunikasi peringatan harus diatur sedemikian rupa agar memenuhi kebutuhan setiap kelompok di dalam masyarakat yang rentan terhadap bahaya.

Who's online

There are currently 0 users and 21 guests online.

Who's new

  • nurul
  • Nani
  • hendra

Dibangun oleh :

Didukung oleh :