Informasi Peringkat Bahaya Kebakaran Bulanan Wilayah Sumatera dan Kalimantan


Pemantauan Sistem Peringatan Dini Bahaya Kebakaran Hutan/Lahan
Bulan Juli 2010

Salah satu upaya penanggulangan bencana kebakaran hutan/lahan adalah tersedianya sistem peringatan dini untuk mengantisipati bahaya kebakaran hutan/lahan. Sistem Peringatan Dini Bahaya Kebakaran Hutan/Lahan ini menggunakan Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran (SPBK). SPBK adalah salah satu sistem yang dapat digunakan untuk memberikan masukan terhadap keputusan yang berkaitan dengan Sistem Penanggulangan Kebakaran Hutan/Lahan, khususnya dalam pencegahan, mobilisasi, dan pemadaman kebakaran.
Salah satu komponen utama dari SPBK adalah Fire Weather Index (FWI) System atau Sistem Indeks Cuaca Kebakaran. Input yang digunakan dalam Sistem FWI adalah suhu udara, kelembaban relatif, curah hujan, dan kecepatan angin. Data suhu udara dan kelembaban relatif diduga dari data penginderaan jauh (NOAA-AVHRR), data curah hujan diambil dari data Qmoprh dari National Centers for Environmental Prediction (NCEP), dan kecepatan angin diperoleh dari Bureau of Meteorology (BoM-Australia).
Secara umum, pada bulan Juli 2010 dasarian I, kondisi ekstrim terjadi di Provinsi Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Selanjutnya pada dasarian II, kondisi ekstrim terjadi di Provinsi Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Pada dasarian III, kondisi ekstrim terjadi di Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Tengah.
Kondisi Potensi Tingkat Kekeringan dan Asap (Drought Code - DC ) di 4 provinsi di Pulau Sumatera (Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung) dan di 4 provinsi di Kalimantan pada bulan Juli 2010 (dasarian I, II, dan III) umumnya berada dalam kisaran rendah.
Kondisi Kesulitan Pengendalian Kebakaran (Initial Spread Index - ISI), di 4 provinsi di Pulau Sumatera (Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung) dan 4 provinsi di Kalimantan selama bulan Juli 2010 berkisar antara rendah hingga ekstrim. Pada dasarian I bulan Juli 2010, kondisi ekstrim terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan. Sedangkan pada dasarian II, kondisi ekstrim terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan. Pada dasarian III, kondisi ekstrim terjadi di Provinsi Riau dan Jambi.
Kondisi Indeks Cuaca Kebakaran (Fire Weather Index - FWI) di 4 provinsi di Pulau Sumatera (Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung) dan 4 provinsi di Kalimantan selama bulan Juli 2010 berkisar antara rendah hingga tinggi. Pada bulan Juli 2010, kondisi ekstrim FWI hanya terdeteksi pada dasarian II di Provinsi Kalimantan Selatan.

Informasi Spasial SPBK Rata-Rata Dasarian I (1-10 Juli 2010)

Informasi Spasial SPBK Rata-Rata Dasarian II (11-20 Juli 2010)

Informasi Spasial SPBK Rata-Rata Dasarian III (21-31 Juli 2010)

Keterangan:

Potensi Tingkat Kemudahan Penyulutan Api atau Fine Fuel Moisture Code (FFMC)

Potensi Kekeringan dan Asap atau Drought Code (DC)

Kesulitan Pengendalian atau Initial Spread Index (ISI)

Indeks Cuaca Kebakaran atau Fire Weather Index (FWI)

Sumber :

LAPAN

Who's online

There are currently 0 users and 28 guests online.

Who's new

  • nurul
  • Nani
  • hendra

Dibangun oleh :

Didukung oleh :