Gambaran Umum tentang Pengembangan Sistem Peramalan dan Sistem Peringatan Dini

Peramalan banjir berkaitan erat dengan proses hidrologi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor meteorologi. Proses dari hujan sampai menjadi debit banjir membutuhkan waktu yang sangat dipengaruhi oleh karakteristik daerah pengaliran sungai (DPS), lokasi terjadinya hujan pada suatu daerah pengaliran, serta kondisi kebasahan tanah pada saat terjadinya hujan tersebut. Peramalan banjir dan peringatan dini memanfaatkan waktu tenggang (time lag) dari jatuhnya hujan hingga terjadinya limpasan di sungai.
Hal-hal yang perlu diketahui dalam pengembangan sistem peramalan dan peringatan dini adalah tujuan dari peramalan, variabel peramalan, lead time, waktu tersedia untuk peramalan dan peringatan, metode peramalan, dan organisasi peramalan.

a. Tujuan Peramalan Banjir

  • Untuk pengendalian banjir dan mengurangi kerugian masyarakat akan harta dan benda serta jiwanya.
  • Untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat akan datangnya banjir.


b. Variabel peramalan banjir dapat diperkirakan dengan:

  • memperkirakan tinggi muka air banjir yang akan datang beberapa saat lagi;
  • memperkirakan debit banjir yang akan datang beberapa saat setelah jatuhnya hujan;
  • memperkirakan volume banjir yang akan datang; dan
  • peramalan untuk pengoperasian pintu/bangunan air saat banjir.

c. Periode Peramalan Banjir dapat diklarifikasikan menjadi:

  • peramalan banjir untuk jangka pendek adalah peramalan nilai debit/muka air di sungai untuk suatu periode yang lebih pendek dari 6 jam semenjak peramalan dibuat;
  • peramalan banjir untuk jangka menengah adalah peramalan suatu harga debit/muka air yang akan datang untuk suatu periode antara 6 jam sampai 1 hari;
  • peramalan banjir jangka panjang adalah peramalan suatu harga debit/muka air yang akan datang untuk suatu periode yang lebih dari 1 hari;
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi periode peramalan ini adalah karakteristik DPS dan karakteristik alirannya. Karakteristik DPS dan aliran yang dimaksud adalah bentuk DPS, luas DPS, panjang sungai, kemiringan DPS, kerapatan sungainya, jenis penutup lahan dan tanahnya, dan lain-lain.

d. Metode Peramalan

  • Metode yang digunakan dalam peramalan dapat dikasifikasikan sebagai berikut.
  • Metode yang didasarkan pada perubahan muka air di sepanjang sungai. Metode hidrodinamis dan semua teknik dari penelusuran banjir ini dapat digunakan untuk peramalan.
  • Metode yang didasarkan pada analisis hidrologi dan proses meteorologi dan karakteristik DPS.
  • Metode yang didasarkan pada korelasi serta kombinasi diantaranya.

e. Organisasi dari Peramalan Banjir

  • Organisasi dari peramalan banjir memerlukan informasi/pengetahuan dan sangat bergantung pada:
  • ketersediaan jaringan hidrologi dan stasiun meteorologi;
  • ketersediaan fasilitas komunikasi dan desiminasi dari informasi hidrologi dan meteorologi;
  • ketersediaan pusat pengolahan dan peramalan dan pusat pemantauan data;
  • Tersedianya/terdokumentasinya data hidrologi dan meteorologi untuk pengolahan data;
  • ketersediaan tenaga ahli/peramal yang terampil; dan
  • ketersediaan informasi tentang pola operasi untuk sarana dan prasarana yang ada.

Pusat Peramalan mempunyai kegiatan/aktifitas sebagai berikut.

Pengumpulan data secara tepat waktu dan memproses data yang masuk.

  • Melakukan peramalan.
  • Menginformasikan secara periodik.
  • Mendiseminasikan informasi terkini.
  • Mengevaluasi keakurasian dari analisis, peramalan, dan pengoperasian
  • Mengevaluasi tentang sistem yang ada.

Who's online

There are currently 0 users and 10 guests online.

Who's new

  • nurul
  • Nani
  • hendra

Dibangun oleh :

Didukung oleh :