Bagaimana terjadinya?

Pada umumnya, gempa bumi disebabkan oleh pergeseran/penyesaran di dalam kerak bumi. Bumi terdiri dari beberapa lapisan yang berbeda sifat-sifatnya. Bagian inti bumi mengeluarkan panas secara terus-menerus. Panas bumi ini menimbulkan energi yang dapat mengakibatkan gerakan pada lapisan bumi.
Gempa bumi terjadi akibat adanya pelepasan energi yang mendadak pada pusat gempa. Pusat-pusat gempa berada di pertemuan lempeng tektonik dan jalur sesar/jalur patahan. Di mana pertemuan lempeng tektonik? Di dunia dikenal adanya cincin api (ring of fire), sedangkan di Indonesia adalah pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia serta lempeng Pasifik.
Bagaimana dengan kegempaan di Aceh?
Aktivitas kegempaan di Nanggroe Aceh Darussalam bukanlah suatu hal yang luar biasa karena wilayah ini memang berada di jalur gempa. Berdasarkan sejarah kegempaan selama 30 tahun terkahir, telah terjadi 100 kali gempa berskala 5 Skala Richter atau lebih. Pusat gempa terbanyak di sepanjang laut sebelah timur Aceh, 15 kali gempa lebih besar dari 7 skala Richter di laut, dan enam kali di daratan sepanjang patahan Sumatera yang melintasi Aceh. Keseluruhan gempa tersebut dengan ciri kedalaman yang dangkal. Gempa berskala menengah terjadi 27 kali berpusat di sepanjang laut sebelah timur Aceh dan 25 kali di daratan. Sebagian besar gempa-gempa tersebut berkedudukan di laut sekitar Pulau Simeulue dan Bukit Barisan berarah baratdaya-timurlaut dan menerus sampai ke lautan di Andaman dan Birma. Gempa 26 Desember 2004 berskala 9.0 SR dengan pusat gempa berada pada 225 km di selatan Kota Banda Aceh pada kedalaman 9-10 km adalah gempa terbesar yang pernah terjadi di daerah ini.
Mengapa menimbulkan tsunami?
Tsunami merupakan proses akibat terjadinya gempa pada kedalaman fokus yang dangkal, dimana sebagian besar energi terlepas ke kolom air laut di atasnya. Gempa bawah laut merenggutkan massa besar air laut dalam satu hentakan kuat. Gelombang balik air menerjang dengan kecepatan hingga 800 km/jam. Pada saat mendekati pantai, gelombang melambat namun mendesak ke atas, menghempas ke daratan, dan menghancurkan apapun di belakang pantai. Tsunami yang dipicu oleh gempabumi 26 Desember tersebut menghantam hampir seluruh pesisir Provinsi NAD dengan kerusakan terparah melanda Banda Aceh hingga pantai barat Sumatera Utara. Terjangan gelombang menunjukkan arah relatif tegak lurus garis pantai. Pola kerusakan sejajar garis pantai dengan gradasi kerusakan melemah tegak lurus menjauhi pantai. Tingkat kerusakan pada kawasan perkotaan dan/atau pedesaan dibedakan menjadi hancur total, rusak berat, sedang, dan ringan.
Berdasarkan sejarah kegempaan, kemungkinan terjadinya tsunami di Aceh sangatlah besar. Pada bagian lain, gempa yang terjadi di sepanjang Bukit Barisan dapat menimbulkan bencana alam longsor dan hentakan (vibrasi) yang kuat.

Who's online

There are currently 0 users and 23 guests online.

Who's new

  • nurul
  • Nani
  • hendra

Dibangun oleh :

Didukung oleh :